Dugaan Pemerasan dan Pelecehan Seksual Saat Rapid Tes Terjadi di Bandara Soetta

Seorang calon penumpang lewat media sosialnya mengunggah kronologi pemerasan dan pelecehan seksual yang dialaminya saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Kisah ini kemudian viral. Kasus dugaan pemerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang calon penumpang perempuan ini terjadi di Bandara Soekarno-Hatta dan akan diinvestigasi oleh PT Angkasa Pura II dan PT Kimia Farma Diagnostika.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini menegaskan, PT Kimia Farma Diagnostika selaku penyedia layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi. Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan adanya informasi ini.

Korban berinisial LHI menuliskan pengalamannya diperas dan dilecehkan sewaktu menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Peristiwa itu dilakukan oleh seseorang yang mengaku dokter berinisial EFY. LHI mengunggah kasus ini di media sosial Twitter dan kemudian viral.
(wmc)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top