Sorry, your country is not allowed to access this content.

Wanita Bermobil di Semarang Tipu Nenek Penjual Nasi Bungkus

Siang hari mbah Ginem sudah pulang ke rumahnya di Jalan Setiyaki Baru 2, Bulu Lor, Semarang Utara, setelah berkeliling kampung menjajakan nasi bungkus dagangannya. Raut wajah mbah Ginem (70) ini masih memendam kesedihan, atas peristiwa yang kemarin baru dialaminya. mbah Ginem menjadi korban penipuan oleh seorang wanita saat berjualan nasi bungkus dan jajanan di sekitar Jalan Kokrosono, Semarang.

Nasib naas menimpa mbah Ginem, ketika berkeliling menjajakan dagangannya, di seputaran Jalan Kokrosono, ada seorang wanita muda, bersepeda motor mendekatinya. Wanita itu berdalih, akan memborong seluruh sisa dagangan yang mbah Ginem bawa. Dengan senang hati, mbah Ginem membungkus seluruh nasi bungkus yang masih ada sekitar tiga puluh bungkus lagi, dan diberikan ke wanita tersebut.

Usai menyiapkan nasi bungkus tersebut seorang perempuan yang berpura-pura menjadi pembeli itu justri membawa kabur pesanan tersebut tanpa membayarnya. Tentu saja hal itu membuat nenek yang akrap disapa Mbah Ginem syok bukan main. Pasalnya, nasi bungkus yang dibawa kabur itu senilai Rp 200.000. Selain tak mendapat bayaran, Mbah Ginem juga ternyata kehilangan dompetnya yang berisi uang Rp 400.000. Dompet tersebut juga dibawa kabur oleh penipu tersebut.

Lantaran insiden penipuan tersebut, Mbah Ginem hanya bisa menangis karena khawatir tidak bisa menyetorkan hasil penjualannya ke pemilik dagangan. Meski mendapat kerugian, Mbah Ginem mengaku tak berniat melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Ia menganggap kejadia itu adalah cobaan yang harus ia jalani dengan pasrah dan ikhlas.
(wmc)
Top