alexametrics

Aliran Sesat di Mamuju, Dapat Melihat Tuhan dengan Membayar Rp300.000

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat KH Namru Asdar, menerima tiga laporan masyarakat terkait aliran sesat. MUI Mamuju mengingatkan warga Mamuju untuk waspada terhadap penyebaran aliran sesat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Aliran sesat tersebut mengajarkan pelaksanaan ibadah yang tidak sesuai dengan Alquran dan Hadist maupun ajaran para ulama. Diantaranya adalah saat melaksanakan salat tidak boleh mengucapkan nama Allah. Ajaran tersebut juga tidak mewajibkan melaksanakan mandi junub atau mandi wajib saat usai berhubungan badan dengan suami istri karena menurutnya air mani itu suci, tak mewajibkan untuk salat berjemaah di masjid. Selain itu, mereka bisa melihat Tuhan dengan cara memejamkan mata lalu kedua bola mata ditekan dan menyetorkan uang mulai dari Rp300rb-Rp700rb.

Warga telah melaporkan kasus ini ke Polisi, menurut warga jumlah jamaah aliran sesat ini telah mencapai 100 pengikut. MUI akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.
(wmc)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak