alexametrics

11 Pangeran Saudi Ditahan usai Lakukan Demonstrasi

Pihak berwenang Saudi telah menahan 11 pangeran setelah mereka berkumpul di sebuah istana kerajaan di Riyadh dalam sebuah demonstrasi langka. Para pangeran protes terkait langkah-langkah penghematan yang mencakup penundaan pembayaran tagihan listrik mereka.

Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, telah memperkenalkan reformasi yang mencakup pemotongan subsidi, memperkenalkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pemotongan fasilitas kepada anggota keluarga kerajaan. Hal itu dilakukan untuk mengatasi penurunan harga minyak mentah yang menyebabkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 195 miliar riyal di tahun 2018.

Situs berita online sabq.org mengatakan para pangeran telah berkumpul di Qasr a-Hokm, sebuah istana kerajaan yang bersejarah, menuntut pembatalan sebuah keputusan kerajaan yang menghentikan pembayaran negara atas tagihan air dan listrik untuk anggota keluarga kerajaan. "Mereka juga menuntut kompensasi atas hukuman mati yang dikeluarkan terhadap seorang kerabat," seperti dikutip Reuters dari Sabq.org, Minggu (7/1).

Artikel terkait

(rmy)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak