alexametrics

Rupiah Kian Melemah, Produsen Tempe Resah

Para pengrajin tempe di Palembang, Sumatera Selatan dan Banjarnegara, Jawa Tengah mengeluhkan semakin tingginya biaya produksi tempe. Melemahnya rupiah terhadap dolar AS diikuti dengan kenaikan harga kedelai impor sebagai bahan baku pembuatan tempe.

Harga tempe ditingkat pengecer naik dari Rp7.400/kg menjadi Rp8.100/kg. Bahkan, tren kenaikan terus terjadi jika dolar tak kunjung turun. Agar terhindar dari gulung tikar, pengrajin tempe tidak menaikkan harga melainkan memperkecil ukuran tempe.

Namun hal ini di protes konsumen yang berujung sepinya pembeli pelanggan. Tak heran, pengrajin tempe mengurangi produksi hingga 50 persen dari biasanya per hari produksi 300 kg kedelai, kini hanya 150 kg saja.
(gar)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak